6 Langkah Budidaya Jamur Tiram di Rumah: Mudah dan Murah!

smkn1-tanjungpandan.sch.idBudidaya jamur tiram juga bisa dijadikan bisnis untuk mendapatkan penghasilan. Jamur tiram cocok ditanam di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Jamur tiram (Pleurotus Ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur yang paling populer. Cara budidayanya meliputi pemilihan bibit jamur tiram, penanaman, perawatan, dan panen.

Cara Menanam Jamur Tiram di Rumah Berikut langkah-langkah budidaya jamur tiram yang bisa dilakukan di lingkungan tempat tinggal kita. Cara budidayanya meliputi pemilihan bibit jamur tiram, penanaman, perawatan, dan panen. Mari kita simak langkah-langkahnya satu per satu dengan seksama.

1. Cara Budidaya Jamur Tiram Sendiri: Pilih Bibit Unggul

Hal pertama yang harus diperhatikan saat membeli jamur tiram adalah memilih bibit yang tepat. Banyak orang yang salah memilih bibit yang membuat mereka gagal menanam jamur tiram di rumah. Ini Citrinum (karapas kuning kecil).

2. Cara Budidaya Jamur Tiram Sendiri: Siapkan Kumbung

Kumbung adalah sejenis rumah jamur. Rumah jamur terbuat dari bambu atau kayu. Rumah-rumah ini dapat digunakan untuk menanam jamur dan juga dapat digunakan untuk menyimpan jamur kering. Dinding rumah jamur dapat dibuat dari gedek atau papan dan atap rumah jamur dapat dibuat dari genteng atau sirap.

Rumah jamur dibuat seperti rak dengan kisi-kisi yang terbuat dari terasering. Kemudian bingkai rak yang terbuat dari bambu atau kayu akan diletakkan bersebelahan secara berjajar, dan baglog akan disusun di dalamnya.

Tinggi ruang antar rak tidak kurang dari 40 cm, lebar rak 40 cm, dan panjang setiap rak 1 meter. Nanti rak bisa dibuat sebanyak 2-3 tingkat. Jika ukurannya demikian, maka segmen rak ini bisa memuat 70-80 kantong.

3. Perhatikan Media Tanam

Setelah kumbung selesai, saatnya membuat baglog. Untuk membuat baglog, pertama-tama digunakan campuran bekatul, tepung jagung, serbuk gergaji, dan kapur untuk membentuk baglog. Nantinya, bibit jamur ditanam ke dalamnya dan baglog yang dihasilkan bisa digunakan sebagai substrat untuk tumbuh jamur.

Ketiga campuran ini harus dibuat dengan takaran yang tepat. Artinya, jika grajen 10 kg, maka dedak 20 kg, tepung jagung 200 gram, kapur bangunan 200 gram. Kemudian aduk hingga tercampur rata, dan tambahkan air sekitar 60%-70% dari berat campuran tadi. Jika adonan Anda mencengkeram dan mengepal, itu pertanda baik. Setelah itu tutup dengan terpal atau plastik dan diamkan selama 1-2 hari.

Ketiga campuran ini harus dibuat dengan takaran yang tepat. Artinya, jika grajen 10 kg, maka dedak 20 kg, tepung jagung 200 gram, kapur bangunan 200 gram. Kemudian aduk hingga tercampur rata, dan tambahkan air sekitar 60%-70% dari berat campuran tadi. Jika adonan Anda mencengkeram dan mengepal, itu pertanda baik. Setelah itu tutup dengan terpal atau plastik dan diamkan selama 1-2 hari.

4. Perhatikan Proses Fermentasi dan Sterilisasi Baglog

Untuk memfermentasi jamur, jamur harus dimasukkan ke dalam kantong dan dibiarkan berfermentasi sampai mencapai warna yang diinginkan, biasanya sekitar 6-7 hari. Media yang mereka masukkan dapat mengalami peningkatan suhu sekitar 60-70 derajat Celcius. Dianjurkan agar mereka dipindahkan ke depan dan ke belakang, sehingga mereka dapat berfermentasi secara merata. Ketika tas mencapai warna yang diinginkan, mereka siap untuk makan.

Proses sterilisasi ini cukup menggunakan beberapa steamer drum, kompor, dan air. Buat lubang di bagian bawah drum untuk memasang selang di antaranya. Jika sudah, masukkan air ke dalam drum pertama setinggi kurang lebih 30-50 cm, lalu tutup kembali. Angkat drum di atas kompor dan panaskan air hingga 90 derajat Celcius. Letakkan paket di tungku kedua. Nanti uang dari drum pertama akan mengalir ke drum kedua.

5. Inokulasi Baglog Jamur Tiram

Setelah Anda menyelesaikan tugas di atas, pergi ke ruang inokulasi untuk menginokulasi benih jamur tiram. Jika Anda melakukan kesalahan dalam proses ini, jamur tiram Anda akan terkontaminasi. Sebelum Anda menginokulasi bibit jamur tiram, siapkan ruangan yang bersih untuk inokulasi, yang bebas dari polutan. Bibit jamur tiram disterilkan dengan sendok alkohol, dan bibit diteteskan di baglog. Anda dapat menggunakan sendok baru untuk setiap benih jamur tiram. Buka tutup baglog secukupnya, masukkan bibit jamur di dalamnya masing-masing sekitar 10 gram, menggunakan sendok. Jangan gunakan bibit jamur yang berserakan di lantai.

6. Proses Inkubasi

Saat ini adalah waktu yang ideal untuk menetaskan benih jamur di dalam baglog. Harus di ruangan dengan suhu 23-28 derajat Celcius, kelembaban 90-100 persen, dan intensitas cahaya 500-1000 lux. Dibutuhkan sekitar 15-30 hari, tergantung pada kondisi ruangan. Dan ketika miselium sudah tumbuh sekitar setengah baglog, Anda bisa memindahkannya ke kumbung jamur. Menurut saya perlu ada pelatihan langsung ke ahlinya agar bisa memahami langkah-langkah dan juga hal-hal yang berkaitan dengan baglog jamur.